Kisah Tukang Es dan Maulid Rasulullah SAW



Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh..

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang besar kepada kita sehingga kita dapat merasakan nikmat tersebut dengan beribadah kepada Allah SWT.

Sholawat dan Salam kita curahkan kepada manusia yang dicintai Allah SWT, kepada manusia yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, dan kepada manusia yang mencintai kita semua, yaitu Nabi Muhammad SAW.. semoga kita dapat memandang wajah beliau di dunia dan di akhirat.


Allah SWT akan mencintai hambanya, jika hambanya itu mencintai Rasulullah SWT.

Berikut ini kisah yang sangat dahsyat tentang penjual es yang mencintai Rasulullah SAW dengan tulus.


Pada suatu hari ada seorang tukang es yang belum pernah mengenal  yang namanya maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap hari dia berjualan es dari kampung ke kampung untuk menjual esnya Namun es yang dijualnya hanya laku sedikit. Dan pada hari itu dia melihat  banyak orang berkumpul dimasjid yang sedang mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW dan dia memutuskan untuk berdagang disitu. dia berniat untuk berdagang es saja bukan untuk menghadiri maulid itu. selesai acara maulid Nabi Muhammad SAW para jama'ah membeli esnya itu sehingga habis semua esnya itu.


Keesokan harinya dia mencari lagi tempat yang mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW dengan niat yang sama yaitu berdagang. Selesai acara maulid Nabi Muhammad SAW esnya habis terjual dan begitu seterusnya. Hingga dia menyadari dan berkata dalam hatinya :" Sebenarnya apa yang mereka lakukan diacara maulid itu?"  Lalu dia mencoba untuk menghadiri Acara maulid Nabi Muhammad SAW dan menjual esnya.


Keesokan harinya dia mencari tempat yang mengadakan maulid untuk pertama kali niatnya adalah untuk menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW. dan pada suatu hari sehabis acara maulid Nabi Muhammad SAW  dia tidak menjual es dagangannya  akan tetapi membagikannya kepada Jama'ah yang menghadiri maulid Nabi Muhammad SAW. begitu seterusnya dan ada seorang jama'ah bertanya kepada tukang es itu :" Kenapa ente selalu memberikan es gratis kepada jama'ah maulid ini? apa ente tidak rugi?" Penjual es itu berkata :" ane ingin menghormati para tamu Rasulullah SAW. tapi ane hanyalah tukang es makanya ane kasih gratis es yang ane punya."

Kemudia Dia  ingin mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW dirumahnya. Hari demi hari bulan demi bulan tiba tepat pada tanggal 12 Rabi'ul awal kemudian dia mempersiapkan kebutuhan untuk acara maulid Nabi Muhammad SAW dengan membeli  makanan dan buah-buahan untuk 100 orang jama'ah.Sore harinya dia pergi kerumah tetangga-tetangganya untuk mengundang acara maulid Nabi Muhammad SAW yang akan dilaksanakan dirumahnya.

Dari Habis Isya dia menunggu para jama'ah tapi belum datang juga. sampai jam 9 malam belum juga datang. Bahkan sampai jam 11 malam pun para jama'ah belum datang juga. dan diputuskan dia mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW bersama keluarganya saja yaitu dua anak dan seorang istri setianya.  Diawali dengan membaca pembukan maulid Nabi Muhammad SAW yaitu Yaa rabbi Sholli 'alaa Muhammad. Yaa rabbi Sholli 'alaihi wa salim.  saat itu air mata keluarga tukang es tersebut menetes membasahi pipi mereka. mereka terus membaca maulid itu dan menangislah mereka.  sambil berfikir bingung dalam hati si tukang es itu, dia berusaha mengundang jama'ah tetapi tidak ada yang datang satu pun.

Dan sampailah pada Mahalul Qiyam dia tidak kuat lagi sambil meneteskan air mata karena dia merasakan kelezatan Sholawat kepeda Rasulullah SAW.  Tiba- tiba datanglah ribuan orang datang kerumahnya ada sesosok manusia yang berkharisma, berwibawa dan dengan cahaya diwajahnya jalan menuju rumahnya dan kemudian tukang es itu bertanya :"  Siapakah engkau wahai tuan? Aku belum pernah melihat engkau, wajahmu bersinar terang dan tubuhmu sangat harum, apakah engkau orang baru dikampung ini?  Dan orang itu menjawab :"Aku Muhammad SAW. Namaku selalu kau sebut-sebut dalam maulid dan sholawat, hatimu selalu menyebut namaku. dimana pun dan kapan pun kerinduanmu pada ku membuatmu cinta dengan ku."

Kemudian si tukang es sadar bahwa orang tersebut adalah Rasulullah SAW. Selesai acara terebut tukang es itu menjadi sangat rindu kepada Rasulullah SAW. dan ketika ia meninggal dunia ia terus bersholawat kepada Rasulullah SAW dan berwasiat kepada anak dan istirnya untuk mengadakan maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun dirumahnya.


Subhanallah.. begitu mulianya cinta kepada Rasulullah SAW sampai Allah SWT  membukakan sebuah ke ajaiban yang dahsyat yaitu dengan Rasulullah SAW datang kerumahnya itu.


Semoga kisah ini sangat bermanfaat bagi kita semua dan menjadikan motivasi untiuk kita semua agar kita mencintai Rasulullah SAW :)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment